Pages

Selasa, 20 Januari 2015

Cinta dalam islam itu seperti apa ?

  • Islam memandang cinta seperti iman. Karena mencintai adalah bagian dari sifat orang yg beriman
  • Karena Cinta adalah Iman maka harus diungkapkan dengan lisan, diyakini di hati dan dibuktikan dengan tindakan

  • Mengucapkan Cinta pada orang yg kita cintai itu sunnah, Karena Rosulullah menganjurkannya. Namun ada aturannya..

  • Pengucapan cinta ditujukan kepada yg sudah halal | kepada teman yg dikagumi kesolehannya | kepada orang tua. Tentunya cinta karena Allah

  • Islam sangat menjaga kesucian cinta shingga tidak ada pacaran sebelum menikah. Maka jangan kotori dirimu dengan cinta yg tak halal bagimu

  • Tak perlu pacaran | jodoh sudah diatur | yg terpenting kita menata diri menjadi orang yg baik Insya Allah jodoh kita pun baik

  • Cinta dalam islam berhulu iman, bermuara taqwa, yg mengalir ketulusan dan kejujuran. Yg berpegang pada kesetiaan dari sejuta pengorbanan

  • Cinta bukan karena dorongan nafsu akan tetapi datangnya dari iman di dalam diri yg mengedepankan akhlak mulia dan ketaqwaan pada Allah

  • Cinta atas dasar nafsu takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketenteraman di jiwa, kecuali kesengsaraan dan kehinaan yg berkepanjangan

  • Mencintai seseorang karena ketaqwaan kita pada Allah adalah sebenar-benarnya cinta. Disinilah letaknya kebahagiaan dalam cinta

  • Hakikat dari cinta itu pemberian seutuhnya dirimu kepada yg kau cintai sehingga tak ada satu pun yg tersisa dari dirimu

  • Karena hakikat cinta adalah pemberian seutuhnya dirimu pada pasanganmu maka tidak ada yg perlu ditutup-tutupi lagi darimu

  • Jika telah menikah, milikmu adalah milik pasangan halalmu | tidak ada yg harus disimpan-simpan | harus saling terbuka

  • Jika seorang lelaki mencintai seorang wanita maka melamarnya untuk dijadikan isteri adalah bentuk dari pembuktian cintanya

  • Pacaran itu ujung-ujungnya hanya menyakiti wanita dan mendekatkan diri pada kemaksiatan yg lebih besar | akhirnya wanita yg dirugikan

  • Jika menyukai, segera menikahi. Kalau belum mampu, cukuplah mencintai dalam diam. Demi menjaga kesucian dirimu dan kesucian dirinya

  • Ali dan Fatimah adalah contoh dari orang yg mencintai dalam diam. mereka saling mencinta namun mereka menjaga hingga indah pada waktunya

  • Jika kita tidak bisa memiliki orang yg kita cintai dalam diam, yakinlah bahwa Allah telah mempersiapkan yg terbaik untuk kita

  • Allah akan memberikan pasangan jiwa yg sesuai dgn perangai kita | jika ingin dapat yg baik, jadilah orang baik | (baca QS An-Nur: 26)

  • Adapun bila pasangan kita buruk maka itu adalah ujian bagi kita untuk menjadi hamba-Nya yg sabar. Dan surgalah tempat mereka yg bersabar

  • Ingatlah bahwa cinta sejati hanyalah milik Allah.. Cinta manusia hanya akan membuatmu terluka. Maka cintailah manusia karena Allah

  • Jika kita mencintai seseorang karena Allah maka kita akan bisa memaafkan kesalahan yg dilakukan olehnya | Manusia tak luput dari salah | Setiap orang yg kau cintai pasti akan memiliki kesalahan

  • Cintailah sekedar saja kerna bisa jadi engkau akan benci. Bencilah sekedar saja kerna bisa jadi kau akan cinta (Maksud hadits)

  • Mencinta sekedar saja tidak akan membuatmu merasa kehilangan yg teramat sangat saat orang yg kau cintai meninggalkanmu

  • Mencintai dengan berlebihan akan membuatmu begitu sakit saat yg kau cintai pergi meninggalkanmu | Di dunia tak ada yg abadi

  • Hanya cinta Allah yg abadi maka cintailah cintamu karena-Nya agar cintamu abadi hingga dipertemukan di akhirat kelak

  • Cinta karena Allah adalah cinta yg membuat engkau semakin dekat dengan Allah. Bersamanya engkau bisa merasakan manisnya iman

  • Carilah cinta yg bersama-Nya bertambah keimananmu dan yg bisa memuliakan dirimu dan menjaga kehormatanmu

  • Cinta sejati yakni cinta yg dapat membawamu menuju tepian hakiki, yakni surga yg mengalir sungai-sungai

  • Sebesar apa pun cinta kita kepada Allah, lebih besar cinta-Nya kepada kita. Maka jagalah kesucian cinta dengan menaati aturan-Nya

    semoga kita semua adalah hamba-hamba yg mampu menjaga kesucian diri dengan menjunjung tinggi aturan cinta dalam islam.

    aamiin :)

Senin, 18 November 2013

10 Wasiat Imam Hassan Al Banna (Pendiri Ikhwanul Muslimin)


Imam Syahid Hasan Al-Banna merupakan seorang ulama Islam yang memiliki pengaruh besar di Abad ini. Beliau adalah pendiri dari salah satu harakah Islam Ikhwanul Muslimin. Ada 10 wasiat Hasan Al-Banna yang terkenal dikalangan aktivisi maupun simpatisan Ikhwanul Muslimin. Wejangan Imam Syahid yang sepuluh ini bersifat sederhana dan mudah dihafal. Layaknya seperti kiat-kiat aktifitas rutin harian yang setiap saat harus dihayati dan dilaksanakan oleh setiap anggota Jamaah Ikhwanul Muslimun. 10 Wasiat Imam Syahid adalah sebagai berikut ;

1 .Bangunlah segera untuk melaksanakan sholat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.

2. baca, telaah, dan dengarlah Al-Qur-an, berdzikirlah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada faedahnya

3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.

4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.

5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tenteram.

6. Jangan suka bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh- sungguh terus menerus.

7. Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.

8. Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apa pun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.

9. Berkenalanlah dengan saudaramu yang engkau temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan taawun (kerjasama).

10. Pekerjaan rumah (PR) kita sebenarnya lebih bertumpuk daripada waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.