Pages

Senin, 18 Oktober 2021

Wah! Begini Ternyata Ujian Sertifikasi Drone

 

Sumber: Topcareer.id

Demi meraih pengkuan atas kemampuan dalam mengoperasikan pesawat tanpa awak (drone), uji sertifikasi dinilai menjadi salah satu opsi yang paling baik. Nah, untuk memperoleh sertifikasi itu, ada beberapa ujian yang harus dilalui.

Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) menjadi salah satu wadah bagi siapapun yang ingin mendapatkan pengakuan atas kemampuannya mengoperasikan drone. Paling tidak, peserta perlu melalui tahap tes tertulis, dan tes lapangan yang didahuli kelas latihan untuk mendapat sertifikasi.

Berdasarkan pengalaman  founder Skygrapher Indonesia yang juga profesional aerial photography, Anton Chandra ketika tes di APDI, ujian dilakukan selama tiga hari. Hari pertama pra test, kemudian hari selanjutnya mengerjakan test tertulis, dan hari terakhir tes lapangan.

Menurut Anton, pada tes tertulis, para peserta akan disuguhkan soal peraturan serta regulasi mengenai pengoperasian drone yang aman. Selain itu, tentunya terkait kode etik serta pengetahuan teknis terkait.

“Teorinya ada paling mengenai regulasi. Ada pertanyaannya, kasus nih 10 meter di sana ada kerumunan orang, ada gedung, terus disuruh analisis sendiri sebagai pilot harus bagaimana. Terus peraturan-peraturan juga sebagai pilot drone,” kata Anton kepada TopCareer.id.

Dalam tes tertulis itu diharapkan peserta mampu menjawab seputar aturan-aturan yang sebelumnya disampaikan. Kelak, setelah lulus tidak menggunakan drone secara sembarangan, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Setelah melalui tes tertulis, maka peserta dihadapkan pada tes lapangan. Ujian ini dilakukan di lapangan terbuka (safe area) dengan uji terbang 16 x 8 meter. Pertama, peserta diminta take off dalam posisi menyamping (sideaway). Terbang dengan ketinggian 1,5-2 meter.

“Kemudian tesnya, nerbangin drone dengan figur 8 sebanyak dua kali. Jadi, peserta harus ikutin angka 8 gitu treknya. Dan itu manual, enggak boleh pakai GPS (Global Positioning System). Kan kalau sekarang-sekarang kan GPS udah bisa dikendaliin langsung, tapi di tes ini disuruh dasarnya terbangin drone manual.”

Tes lapanngan bakal dinilai oleh instruktur, apakah peserta mampu menunjukkan kontrol dan handling yang baik atau tidak. Sementara, kalau memang tidak lolos akan diberi kesempatan satu kali mengulang. Anton mengaku bahwa tes sebagai pilot drone pemula terbilang sulit, ia bahkan harus melakukan pengulangan.

“Waktu itu dari 40 orang pesert tes, yang lulus cuma 9 orang. Susah banget. Dulu saya ikut sertifikasi baru belajar drone 4 bulan, ikut tes gagal kemudian tes ulang sampai benar-benar siap. Setahun kemudian ulang lagi, udah jago,” ujar Anton.

Terkait harga untuk memperoleh setifikasi ini, APDI membagi dalam dua kelas. Kela A yang merupakan kelas drone dengan berat di bawah 3 kilogram, yakni dikenai biaya Rp350.000. Dan kelas B yang merupakan kelas drone dengan berat lebih dari 3 kilogram atau dengan nilai drone di atas USD2.500, maka dikenai biaya Rp500.000.

Namun, sebelumnya untuk melakukan uji sertifikasi ini, APDI memberi persyaratan bahwa peserta harus terdaftar menjadi anggota penuh APDI terlebih dahulu. Kemudian memenuhi syarat keanggotaan, dan membayar iuran keangotaan.


Source: https://topcareer.id/read/2019/08/14/1048/1048/

Tips Agar Pesawat Drone Berumur Panjang

 
Sumber: Techno.okezone.com


JAKARTA - Ketua Harian Asosiasi Penerbangan Pilot Drone Indonesia alias APDI, Fajar Yusuf, memberikan tips seputar perawatan Drone atau pesawat tanpa awak yang belakangan marak digunakan. Berikut cara sederhana agar pesawat Drone berumur panjang dan tetapi bisa digunakan optimal. “Hal penting pertama yang perlu diperhatikan untuk dalam rangka merawat drone mengenai penggunaan baterai. Apabila tidak menggunakan jangka waktu lama, semisal dua minggu, sisakan 50 persen kapasitas baterainya,” ucap Fajar kepada Okezone belum lama ini. 

Jika drone sedang Anda gunakan, usahakan sisakan kapasitas baterai minimal 30 persen. Sehingga sebaiknya Anda mengunakannya sebanyak 70 persen untuk terbang. “Jadi semisal baterai drone yang sedang Anda terbangkan, setelah baterainya terpakai sebanyak 70 persen, segera landing-kan pesawat itu,” papar Fajar.

Selain itu, perhatikan juga baling-balingnya, apakah ada yang retak. Perlu diketahui pula, Fajar menegaskan, baling-baling drone ini sangat berbahaya apabila sampai terkena tangan. “Saat bermain drone aspek keamanan ini sangat penting, terutama perhatikan jangan sampai baling-balingnya mengenai tangan siapapun, karena bisa langsung mengoyak kulit cukup dalam,” ungkap Fajar mewanti-wanti. Kemudian juga, lihat juga dari sisi fisiknya, seperti frame apakah ada yang patah atau bengkok. Jika ada harus segera diperbaiki. Tengok juga bagian motor, jangan sampai keset, bila demikian harus segera dibersihkan agar baling-baling bisa berputar dengan baik.


Source: https://techno.okezone.com/read/2015/08/11/207/1194414/tips-agar-pesawat-drone-berumur-panjang

Manfaatkan untuk Pantau Karhutla Hingga Buaya, Dishut Kaltim dan KalFor Gelar Pelatihan Safety Drone

Sumber: Tribunkaltim.com



Teknologi drone berkembang begitu pesat. Kini, drone bisa dimanfaatkan di berbagai bidang. Salah satunya sektor kehutanan dan pelestarian lingkungan. Hal inilah yang melatari Dinas Kehutanan Kaltim dan KalFor Project menggelar pelatihan Safety Drone.

Pelatihan Safety Drone yang diikuti 35 peserta ini menghadirkan instruktur dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Kalimantan Timur. Yakni Ismail Fahmy Almadi dan Yohanes Budi Sulistyoadi. Pelatihan digelar selama dua hari yakni 16-17 September 2021 di Hotel Mesra Internasional, Samarinda.

Kepala Dishut Kaltim, Amrullah dalam sambutannya yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Rini Endah Lestari menuturkan berbagai manfaat drone di bidang kehutanan. Mulai dari pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemantauan satwa liar seperti buaya Buaya Badas Hitam di Danau Mesangat. "Saya juga mengetahui bahwa rekan di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur juga telah menggunakan teknologi drone ini untuk memantau kondisi lingkungan hidup.

Rekan di Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kalimantan Timur bahkan menggunakan teknologi drone ini untuk pemantauan species, contohnya Buaya Badas Hitam di Danau Mesangat," kata Rini yang juga merupakan Focal Point KalFor Project di Dishut Kaltim. Menurut Rini, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kaltim seluruhnya telah dibekali drone. Bertujuan memantau berbagai aktivitas kehutanan. "KPH-KPH di Kalimantan Timur telah dilengkapi dengan perangkat drone untuk pemantauan berbagai aktivitas terkait kegiatan kehutanan, seperti pemantauan kebakaran hutan, perencanaan areal kerja, dan lain-lain," kata Rini.

Namun, Rini juga menekankan aspek keselamatan dalam pengoperasian drone. "Sedemikian banyaknya pihak yang menggunakan teknologi ini, sehingga muncul potensi kelalaian dari para pengguna, terutama aspek keselamatan," katanya lagi. Potensi kelalaian dan keselamatan inilah yang melatari Dishut Kaltim dan KalFor Project menggelar pelatihan safety drone. "Yaitu pelatihan yang menitikberatkan pada pemahaman tentang keselamatan pengoperasian drone. Baik dari sisi perizinan, ataupun operasional penerbangan," tuturnya.

Sementara, Tim Monev KalFor Project/IPSDH PKTL KLHK Judin Purwanto mengungkapkan, telah direncanakan beberapa pelatihan yang digelar Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program KalFor, di Kaltim. Selain pelatihan safety drone, juga akan ada pelatihan peningkatan pemahaman perlindungan dan penyelamatan hutan di luar kawasan hutan. Terakhir, yakni keterampilan pengukuran karbon pada area bernilai konservasi tinggi di areal berhutan.

Berbicara soal pelatihan safety drone, menurut Judin, merupakan keharusan. Selain mahir mengoperasikan drone, pengguna drone juga wajib mengetahui perizinan dan cara pengoperasian yang aman. "Sekarang aturan mengenai drone sudah rigit. Mulai koordinasi perizinan dengan Dishub, Angkatan Udara, wilayah mana yang boleh terbang dan tidak, serta ketinggiannya berapa, itu sudah diatur semua," katanya. Banyaknya sumber daya operator di daerah, menurut Judin, akan memudahkan kerja-kerja koordinasi antara KLHK dan daerah. Kelak, kata Judin KLHK tak perlu repot ke daerah untuk mendapatkan foto drone.

"Dulu kami ke daerah bawa drone. Belakangan tidak lagi, karena di daerah sudah banyak yang punya, jadi tinggal pinjam saja. Ke depan, jika sumber daya operator drone sudah banyak, kita tinggal minta tolong fotokan saja area yang ingin dilihat," tuturnya.


Source: https://kaltim.tribunnews.com/2021/09/16/manfaatkan-untuk-pantau-karhutla-hingga-buaya-dishut-kaltim-dan-kalfor-gelar-pelatihan-safety-drone?page=3

Sabtu, 16 Oktober 2021

Persiapan WSBK di Sirkuit Mandalika, Komunitas Drone Dapatkan Edukasi


Terkait pemberlakukan aturan saat event World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menggelar edukasi komunitas pesawat nirawak atau drone. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.

"Salah satu keinginan kami adalah bersama-sama menjaga Sirkuit Mandalika," jelas Perwakilan MGPA Dani Darwis, dalam pertemuan bertajuk "Silaturahmi dan sosialisasi penggunaan drone di Sirkuit Mandalika", di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (12/10/2021).

Hadir dalam pertemuan ini adalah Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah NTB Kombes Pol Imam Thobroni, Kepala Biro ANTARA NTB Riza Fahriza, dan Ketua Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Akbar Marwan.

Dalam pertemuan itu, Perwakilan MGPA menyatakan harapan bahwa para komunitas "drone" di Pulau Lombok memperoleh pemahaman terkait hal-hal yang perlu dihindari saat pelaksanaan balap motor internasional di Sirkuit Mandalika.

Sebab, ada hak cipta milik penyelenggara balapan, dalam hal ini Dorna Sport, yang harus dilindungi oleh semua pihak.

"Jangan sampai ada pelanggaran hak cipta saat balapan, ini yang kita coba hindari, jangan sampai Dorna kapok ke Indonesia. Untuk itu, kita cari jalan keluar bersama-sama," tandas Dani Darwis.

Kepala Biro Operasi Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan masalah "drone" penting untuk dibicarakan bersama pihak-pihak terkait, terutama koordinasi dengan MGPA yang menjadi pengelola Sirkuit Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan WSBK pada November 2021. Serta tes pra-musim MotoGP 2022.

Koordinasi semua pihak penting dilakukan karena banyak yang belum memahami tentang aturan penggunaan "drone". Termasuk di jajaran Kepolisian yang sudah memanfaatkan teknologi pesawat nirawak ini untuk pengintaian.

"Banyak yang belum memahami, kami di Kepolisian juga perlu memikirkan karena teknologi itu terus berkembang, bahkan sekarang mau dijadikan taksi dan alat lainnya," kata Kombes Pol Imam Thobroni.

Ketua APDI Akbar Marwan juga mengajak para komunitas "drone" untuk menerbangkan pesawat nirawak dengan aman, nyaman dan bermartabat demi menjaga nama baik Sirkuit Mandalika sebagai penyelenggara WSBK dan MotoGP pertama kali di Indonesia.

Sementara itu, Edy, salah seorang anggota komunitas "drone" dari Kabupaten Lombok Tengah, menegaskan bahwa komunitasnya konsisten dan berkomitmen menjaga marwah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Sebab, destinasi superprioritas ini tidak hanya milik Lombok, tapi milik seluruh rakyat Indonesia.

"Sejak Mandalika masih dalam bentuk tanah merah sampai sekarang sudah beraspal, lubang semut hingga lubang tikus kami rekam, tapi tidak dalam narasi negatif. Itu karena kami sadar bahwa Mandalika akan banyak memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal," ungkapnya.


Source :  suara.com

Ancaman Nyata Dibalik Tren Drone


Tren penggunaan drone memang meningkat. Seiring dengan itu, ancaman bahaya pun mengintai. Bahkan drone semakin menjadi incaran peretas (hacker).

Hal ini diungkap oleh Kadiv Humas Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Muhammad Akbar Marwan yang menelusuri adanya ancaman hacker pada drone produksi DJI.

Menurut dia, potensi peretasan disebabkan kesalahan yang dibuat oleh DJI dalam meninggalkan kode debug pengembangan di aplikasi DJI Assistant 2. Perubahan bisa dilakukan dengan memberi komentar satu baris pada sebuah file dan menetapkan flag debug dari false ke true.

"Kelemahan tersebut memaparkan serangkaian parameter yang memungkinkan peretas mematikan pengamanan. DJI sebelumnya memang telah mengeluarkan update firmware untuk mengatasi masalah celah peretasan ini. Namun, walaupun sudah ada update firmware ini, proses hacking masih tetap dapat dilakukan," ujar Akbar yang juga Researcher Drone dan Mobile Ad Hoc Network (MANET) dari Universitas Gunadarma, Senin, 31 Juli 2017.

Meski sebenarnya drone yang bukan buatan DJI atau rakitan pun bisa mengalami hal yang sama, dia pun menyarankan agar pengguna drone DJI tidak sembarangan melakukan patch dari sumber yang tidak terpercaya. Jika demikian, masalah akan terjadi di kemudian hari.

Kekhawatiran berpusat pada risiko keamanan aplikasi yang ditimbulkan oleh adanya kode debug DJI dalam aplikasi publik yang dirilis, yang bisa menciptakan jalur belakang atau backdoor bagi hacker untuk ikut campur dengan teknologinya.

Namun begitu, Victor Wang, Direktur Keamanan Teknologi DJI, menyatakan bahwa fitur geofencing DJI dirancang khusus untuk memberikan informasi kepada pelanggan tentang data zona larangan terbang agar tidak membahayakan pesawat terbang. Ia juga mengatakan bahwa DJI akan terus memantau modifikasi drone yang bisa mengancam keselamatan umum. \

"Memodifikasi firmware DJI tidak disarankan, karena dapat menyebabkan perilaku penerbangan yang tidak stabil yang bisa membuat pengoperasian drone tidak aman. DJI tidak bertanggung jawab atas kinerja drone yang dimodifikasi dan kami sangat mengutuk pengguna yang mencoba mengubah drone mereka untuk penggunaan ilegal," tegasnya.


Source  :  viva.co.id

Tips Menerbangkan Drone bagi Para Pemula

Sumber : liputan6.com


Pesawat tanpa awak (drone) kian populer di Indonesia. Menerbangkan drone tentunya tidak bisa sembarangan. Bagi para pemula (newbie) yang ingin menggunakan alat ini, ada baiknya mengetahui prosedurnya terlebih dulu.

Ketua Harian Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Fajar Yusuf, membagi beberapa tips singkat yang bermanfaat bagi mereka yang baru menggunakan drone. APDI sendiri merupakan sebuah asosiasi drone pertama yang berbadan hukum di Indonesia, yang menaungi para pilot drone profesional, semi-profesional dan pegiat/pehobi drone.

"Kita harus membaca manualnya berkali-kali sampai Anda memahami seluruh isi dari buku manual itu," kata Fajar dalam wawancara khusus dengan tim Tekno Liputan6.com.

Membaca buku manual tampaknya sudah harga mati jika ingin Anda dan drone milik Anda aman. Pasalnya, menurut Fajar, setiap drone memiliki spesifikasi dan standar operasional prosedur yang berbeda-beda. Setiap drone juga memiliki sensor yang cukup canggih yang juga harus harus dipahami cara kerjanya.

"Jadi kita harus tahu apa batasan sebuah drone sehingga saat menerbangkannya kita tidak pushing it beyond the limit, kita harus selalu mengutamakan aspek safety dalam menerbangkan drone," tuturnya.

Bagi yang ingin menerbangkan drone untuk pertama kalinya, berikut beberapa hal yang harus dilakukan:

1. Jangan menerbangkan drone secara sendirian. Sebisa mungkin cari teman-teman pilot drone yang sudah berpengalaman menerbangkan drone. 

2. Periksa alat yang kita miliki secara fisik, baik baling-balingnya, kerja motornya, baterainya sudah masuk dengan benar atau tidak, dan lainnya.

3. Pastikan saat kita menerbangkan drone tidak ada potensi interference di lapangan, misalnya gangguan gelombang elektromagnetik, gelombang radio, serta situasi di lingkungan sekitar.


Source :  liputan6.com

Pentingnya Uji Kompetensi Pilot Drone di Indonesia

Sumber : traveltimes.id


Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) selaku wadah berbagi para pegiat kegiatan pesawat tanpa awak, rutin menggelar uji kompetensi pilot drone. Kali ini uji kompetensi APDI yang dilangsungkan di Aldiron Mabes AU, Pancoran, Jakarta, pada Minggu (28/02/2021), diikuti oleh 20 peserta. 

Uji Kompetensi ini dimaksud untuk mendapat sertifikat yang menandakan standarisasi kemampuan sebagai penerbang pesawat tanpa awak di Indonesia. 

Terkait materi uji kompetensi, APDI memberi dua jenis materi ujian, yaitu ujian tertulis dari Kementerian Perhubungan dan ujian praktek. Materi utama yang diujikan dalam ujian praktek adalah pemahaman pengendalian dengan menggunakan konfigurasi figur 8 dan pengendalian tanpa gps dan sensor.

"APDI sebagai wadah pembinaan pilot drone yang bertanggung jawab, jadi sebelum dilaksanakannya uji kompetensi, kami sharing materi-materi yang akan diujikan dalam uji kompetensi, terutama yang ada pada materi praktek. Biar teman-teman yang mau sertifikasi bisa berlatih dan memahami materinya dengan baik ketika saatnya ujian, " kata Akbar Marwan, Ketua Umum APDI, ketika dijumpai saat Uji Kompetensi APDI wilayah Jakarta dan sekitarnya di Aldiron Mabes AU, Pancoran, Jakarta, Minggu (28/02/2021).

Sebelum dilaksanakan uji kompetensi untuk sertifikasi para pilot drone, APDI juga mengadakan Pra Uji Kompetensi untuk pematangan materi.

Dalam mewujudkan kultur masyarakat pengguna drone yang aman, bertanggung jawab dan bermartabat, saat ini APDI telah mengeluarkan lebih dari seribu sertifikat untuk para pilot drone se-Indonesia.


Source  :  traveltimes.id